Selasa, 01 Maret 2016

Pengetahuan seorang railfans



Pengetahuan seorang railfans:
1.              Bahasa Indonesia.

       Teks Rekaman Percobaan:

Mengukur Diameter Iris dan Pupil
1.    Pendahuluan
a.       Latar Belakang
Dalam diri setiap manusia, dilengkapi oleh panca indera. Salah satunya ialah mata. Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Pernahkah terpikir olehmu, mengapa atau bagaimana mata kita dapat melihat benda? Pada teori emanasi yang dikemukakan Plato, orang beranggapan bahwa mata manusia merupakan sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkan tersebut berfungsi seperti serabut peraba. Bila serabut peraba mengenai suatu benda, maka akan nampaklah benda itu pada penglihatan kita.
Ada pula teori lainnya yang mematahkan pendapat tersebut seperti pertanyaan yang dilontarkan Aristoteles. “Bila mata manusia memiliki serabut peraba, mengapa manusia tidak dapat melihat benda di tempat yang gelap?”
Faktanya, ada banyak juga orang yang memiliki mata dan berada di tempat yang terang, namun tidak dapat melihat benda di sekelilingnya kemudian berkembanglah pemikiran-pemikiran baru.
Para ahli berpendapat bahwa ada tiga syarat yang harus terpenuhi agar orang dapat melihat suatu benda, yaitu:
1. Cahaya yang dipancarkan oleh benda (yang menjadi obyek penglihatan manusia) harus dapat memasuki bola mata.
2. Sistem optis bola mata harus cukup kejernihannya dan mampu memfokuskan cahaya tepat pada retina.
3. Sel-sel conus retina harus mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi impul syaraf dan meneruskannya ke otak untuk diolah menjadi sensasi penglihatan. Karena sebenarnya penglihatan itu terjadi bukan di bola mata, melainkan atas perintah otak.
Jadi, mata dapat melihat ketika sistem penglihatan pada bola mata dengan kejernihan yang cukup menerima pancaran cahaya dari benda!
Cahaya merupakan suatu hal yang sangat lazim dibutuhkan mata untuk melihat, cahaya dapat ditarik mata dan digunakan untuk  melihat karena adanya pantulan cahaya yang berasal dari benda ke mata.
Jika kita melihat suatu benda atau objek yang memiliki intensitas cahaya yang berbeda, maka mata akan menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk agar objek terlihat jelas, pada kejadian ini beberapa bagian dari mata yang berperan ialah iris dan pupil.
Saat keadaan terang atau pun gelap iris dan pupil ini akan membesar dan mengecil. Tidak hanya itu, diameter iris dan pupil ini akan ikut membesar dan mengecil, namun perubahan ini hanya dalam keadaan tertentu saja tergantung banyaknya cahaya atau intensitas cahaya yang diperlukan oleh mata.
a.       Rumusan Masalah
   Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam laporan ini adalah Bagaimanakah   diameter iris dan pupil saat berada di dalam ruangan dan di luar ruangan?

b.    Tujuan
    Laporan ini bertujuan untuk mengetahui diameter iris dan pupil saat berada di dalam ruangan dan di luar ruangan.

1.    Landasan Teori
a.       Iris
Iris merupakan bagian berwarna pada mata yang terletak dibelakang kornea.
b.      Pupil dan selaput pelangi
Pupil dan selaput pelangi Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam dari kornea. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh selaput pelangi di sekelilingnya. Selaput pelangi berfungsi sebagai diafragma. Selaput pelangi inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.

2.    Metode Penelitian
a.       Alat dan bahan:
·         Penggaris.
·         Buku catatan.
·         Alat tulis.
b.      Langkah kerja:
1.    Siapkan alat dan bahan.
2.    Mintalah seorang teman untuk menjadi peraga/objek pengamatan.
3.    Ukurlah diameter pupil dan iris di luar ruangan dan di dalam ruangan.
4.    Catat hasil pengukuran.

4 .   Paparan data
a.       Hasil percobaan
Percobaan
Di luar ruangan
Di dalam ruangan
ke-
Iris
Pupil
Iris
Pupil
1
10 mm
5 mm
11 mm
6 mm
2
9 mm
4 mm
9 mm
6,5 mm
b.      Pembahasan
Menurut hasil percobaan pertama dan kedua, ternyata diameter iris di luar ruangan lebih kecil daripada di dalam ruangan. Sedangkan saat iris dan pupil di dalam ruangan diameternya akan bertambah besar, dibandingkan di luar ruangan.


5.      Simpulan
Berdasarkan percobaan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
Iris dan pupil akan membesar jika berada di ruang yang gelap/ tertutup, karena tidak ada cahaya untuk penerangan mata. Tetapi jika iris dan pupil berada di ruangan yang terang/terbuka diameternya akan mengecil karena sudah tersedia cahaya untuk penerangan mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar