Pengetahuan seorang railfans:
1.
Bahasa Indonesia.
Teks Rekaman Percobaan:
Mengukur Diameter Iris dan Pupil
1. Pendahuluan
a. Latar
Belakang
Dalam diri setiap manusia,
dilengkapi oleh panca indera. Salah satunya ialah mata. Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain
hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata
yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Pernahkah
terpikir olehmu, mengapa atau bagaimana mata kita dapat melihat benda? Pada
teori emanasi yang dikemukakan Plato, orang beranggapan bahwa mata manusia
merupakan sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkan tersebut berfungsi seperti
serabut peraba. Bila serabut peraba mengenai suatu benda, maka akan nampaklah
benda itu pada penglihatan kita.
Ada
pula teori lainnya yang mematahkan pendapat tersebut seperti pertanyaan yang
dilontarkan Aristoteles. “Bila mata manusia memiliki serabut peraba, mengapa manusia
tidak dapat melihat benda di tempat yang gelap?”
Faktanya,
ada banyak juga orang yang memiliki mata dan berada di tempat yang terang,
namun tidak dapat melihat benda di sekelilingnya kemudian berkembanglah
pemikiran-pemikiran baru.
Para
ahli berpendapat bahwa ada tiga syarat yang harus terpenuhi agar orang dapat
melihat suatu benda, yaitu:
1. Cahaya yang dipancarkan
oleh benda (yang menjadi obyek penglihatan manusia) harus dapat memasuki bola
mata.
3.
Sel-sel conus retina harus mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi impul
syaraf dan meneruskannya ke otak untuk diolah menjadi sensasi penglihatan.
Karena sebenarnya penglihatan itu terjadi bukan di bola mata, melainkan atas
perintah otak.
Jadi,
mata dapat melihat ketika sistem penglihatan pada bola mata dengan kejernihan
yang cukup menerima pancaran cahaya dari benda!
Cahaya merupakan suatu hal yang sangat lazim
dibutuhkan mata untuk melihat, cahaya
dapat ditarik mata dan digunakan untuk
melihat karena adanya pantulan cahaya yang berasal dari benda ke mata.
Jika kita melihat suatu benda atau objek yang
memiliki intensitas cahaya yang berbeda, maka mata akan menyesuaikan intensitas
cahaya yang masuk agar objek terlihat jelas, pada kejadian ini beberapa bagian
dari mata yang berperan ialah iris dan pupil.
Saat keadaan terang atau pun gelap iris dan
pupil ini akan membesar dan mengecil. Tidak hanya itu, diameter iris dan pupil
ini akan ikut membesar dan mengecil, namun perubahan ini hanya dalam keadaan
tertentu saja tergantung banyaknya cahaya atau intensitas cahaya yang
diperlukan oleh mata.
a.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah
dalam laporan ini adalah Bagaimanakah diameter iris dan pupil saat berada di dalam
ruangan dan di luar ruangan?
b.
Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk mengetahui
diameter iris dan pupil saat berada di dalam ruangan dan di luar ruangan.
1. Landasan
Teori
a. Iris
Iris
merupakan bagian berwarna pada mata yang terletak dibelakang kornea.
b. Pupil dan selaput pelangi
Pupil dan selaput
pelangi Pupil menentukan
kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam dari kornea. Pupil
mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika
kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh selaput pelangi di
sekelilingnya. Selaput pelangi berfungsi sebagai diafragma. Selaput pelangi inilah terlihat sebagai bagian
yang berwarna pada mata.
2. Metode
Penelitian
a. Alat
dan bahan:
·
Penggaris.
·
Buku catatan.
·
Alat tulis.
b. Langkah
kerja:
1. Siapkan
alat dan bahan.
2. Mintalah
seorang teman untuk menjadi peraga/objek pengamatan.
3. Ukurlah
diameter pupil dan iris di luar ruangan dan di dalam ruangan.
4. Catat
hasil pengukuran.
4
. Paparan data
a. Hasil
percobaan
Percobaan
|
Di luar ruangan
|
Di dalam ruangan
|
||
ke-
|
Iris
|
Pupil
|
Iris
|
Pupil
|
1
|
10 mm
|
5 mm
|
11 mm
|
6 mm
|
2
|
9 mm
|
4 mm
|
9 mm
|
6,5 mm
|
b. Pembahasan
Menurut
hasil percobaan pertama dan kedua, ternyata diameter iris di luar ruangan lebih
kecil daripada di dalam ruangan. Sedangkan saat iris dan pupil di dalam ruangan
diameternya akan bertambah besar, dibandingkan di luar ruangan.
5. Simpulan
Berdasarkan percobaan di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa:
Iris
dan pupil akan membesar jika berada di ruang yang gelap/ tertutup, karena tidak
ada cahaya untuk penerangan mata. Tetapi jika iris dan pupil berada di ruangan
yang terang/terbuka diameternya akan mengecil karena sudah tersedia cahaya
untuk penerangan mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar